Get in touch! (+62)-21-58906959 | marketing@sinarmetrindo.co.id

News

Tipe-tipe Mobil Tenaga Listrik

Setelah tahun 2040, pemerintah Perancis dan Inggris melarang penjualan mobil bertenaga bensin atau solar (internal combustion engine/ICE) ke masyarakat. Pemerintah India menerapkan peraturan yang sama dan menggalakkan penggunaan mobil bertenaga listrik mulai tahun 2030. Pemerintah Norwegia lebih berambisi dengan menetapkan target yang sama di tahun 2025. Target itu bukan mustahil karena tahun 2016, 40% dari penjualan mobil di negara berpenduduk 5,2 juta tersebut adalah kendaraan bertenaga listrik (electric vehicle/EV) atau kendaraan berjenis hybrid. Namun yang perlu diperhatikan, hanya penjualan mobil bertenaga bensin atau solar saja yang dilarang, pemilik mobil konvensional tersebut masih boleh menggunakan kendaraan mereka di jalan hingga izin mereka habis masa berlaku.

Saat ini tipe mobil listrik terbagi menjadi 2 yaitu EV dan hybrid. Tipe EV menggunakan tenaga listrik saja untuk menggerakkan roda-roda mobil. Mobil EV harus dicharge menggunakan kabel yang terhubung ke stasiun pengisian agar dapat mengisi kembali baterai mobil. Karena murni menggunakan energi listrik saja maka tidak ada gas emisi yang keluar dari mobil. Model-model popular mobil EV adalah Tesla Model S, Nissan Leaf, dan sebagainya.

Untuk tipe hybrid, penggunaan energi listrik dipadukan dengan bahan bakar minyak (BBM). Model-model popular mobil tipe hybrid adalah Mitsubishi Outlander PHEV, Toyota Prius, dan lain-lain. Beberapa produsen mobil menjual tipe hybrid yang bekerja dengan cara mengisi energi baterai dengan pembakaran BBM. Energi listrik di dalam baterai tersebut menjadi satu-satunya energi penggerak roda-roda mobil.

Tipe hybrid lain yaitu plug-in (PHEV). Baterai mobil tersebut harus diisi dengan menggunakan kabel yang terhubung dengan stasiun pengisian. Energi listrik dari baterai tersebut bekerja bersama-sama dengan mesin BBM konvensional (ICE) membantu penghematan bensin atau solar ketika mobil dijalankan.

Share this post